Stereoflow dan Mahavisual Persembahkan Mural Untuk Jakarta Di Kawasan Cipete


Image Source: Stereoflow dan Mahavisual

Seniman Mahavisual bersama seniman lokal Jakarta, Stereoflow a.k.a Adi Dharma berkolaborasi dalam project “Berkarya untuk Jakarta”. Mahavisual dan Stereoflow mempersembahkan karya mural mereka di salah satu wilayah Jakarta Selatan.


‘Mural Untuk Jakarta’ ini merupakan kegiatan yang mengubah penampilan tembok seluas 20x15 meter di sekitar MRT Cipete Raya jadi lebih aesthetic bagi pejalan kaki, pengendara, maupun pengguna transportasi umum khususnya MRT. Program ini juga sekaligus memperkenalkan tentang street art di Indonesia lho. Proyek inisiatif ini dilakukan di kawasan Cipete dengan harapan tetap menumbuhkan semangat kebebasan berekspresi di tengah wabah pandemi covid 19 yang melanda Indonesia.


Nah buat yang belum tau, Stereoflow sudah lama dikenal sebagai seniman graffiti dan berhasil mewarnai industri street art di sejumlah belahan dunia lho, seperti, Amerika Serikat, Kanada, Hong Kong, Thailand, Taiwan, Australia dan lain sebagainya. Pada akhir tahun 2020 lalu, karyanya menggemparkan dunia basket dengan mural di lapangan basket seluas 28x15 meter yang terletak di Pamulang, Kota Tangerang Selatan.


Sebagai seniman grafiti yang akrab dengan jalanan perkotaan, mural menjadi salah satu jalan berkesenian Stereoflow. Proses pengerjaannya berlangsung selama empat hari, pada 29 Juni hingga 2 Juli 2021. Stereoflow punya pesan dan harapan dalam karyanya. Skema warna-warna yang khas menjadi vibrasi yang menyenangkan dan menyegarkan.


Dengan menggambar mural disana, Stereoflow dan Mahavisual bermaksud menyebarkan energi positif buat semua orang di tengah masa yang penuh perjuangan ini. Mural digambar di tembok luas yang berdampingan persis dengan pintu Stasiun MRT Cipete Raya.


Dengan begitu, orang-orang yang masih harus keluar rumah untuk bekerja dapat menikmati karya tersebut. Mural juga tetap bisa dinikmati secara virtual melalui postingan Stereoflow di akun media sosialnya.


Co-founder Mahavisual, Yudha Ludiranto, menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir kawasan Cipete menjadi rumah bagi berbagai industri kreatif di Jakarta. Berangkat dari hal tersebut, Mahavisual memutuskan untuk mencari sebuah tembok berukuran besar di salah satu sudut distrik yang dikenal dengan banyaknya pelaku kreatif itu.


Yuk simak behind the scene-nya!






Writer: Carissa Setyowatie - Jumat, 6 Agustus 2021 14.45 WIB