Sneakers KW Indonesia 'Vans Off The Top' Digugat 'Vans Off The Wall'


Image Source: Unsplash

Diawal kemunculannya lewat para reseller di tahun 2000-an awal, Vans sempat mempermasalahkan soal hak cipta dan menghentikan jalur distribusinya ke Indonesia.


Fakta-fakta ini kami himpun dari Surya (salah satu pendiri Penny yang menjual Vans original sejak tahun 2010), Max Praditya (pemilik Crooz, yang pernah menjadi official partner dari PT Gagan Indonesia –distributor resmi Vans di Indonesia saat itu), dan Claude Hutasoit, skateboarder senior. Brand tersebut namanya Vans juga. Tapi, Vans Off The Top. Yang asli kan Vans Off The Wall.


Dalam sidang putusan gugatan hak merek di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Hakim Ketua Bayu Isdiatmoko mengatakan tergugat yakni pemilik Vans Off The Top terbukti telah mendaftarkan merek Vans pada 21 Maret 2007 dalam kategori Kelas 18.


Dalam dokumen gugatannya, penggugat memohon agar pengadilan membatalkan lima merek Vans dan logo yang terdaftar atas nama tergugat, yakni IDM000113990, IDM000108582, IDM000188574, IDM000135960, dan IDM000135962.

Image Source: Mahkamah Agung RI

Penggugat menilai tergugat telah beritikad tidak baik dalam mendaftarkan kelima merek Vans dan logo itu di Direktorat Merek Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.


Dengan adanya putusan tersebut, maka pemilik perusahaan sepatu Vans di Indonesia harus menganti mereknya. Selain itu mereka juga didenda untuk menggantikan biaya peradilan.