Sekarang Penipuan Di Aplikasi Kencan Online Udah Bisa Dibawa Ke Jalur Hukum


Image Source: Freepik

Karena kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini, kenalan sama lawan jenis lewat aplikasi kencan online udah jadi hal wajar. Walaupun begitu, gak jarang terjadi kerugian karena kencan online. Mulai dari penipuan identitas, kebohongan janji menikah sampai masalah keuangan.


Nah buat menghindari itu semua, sebelum bertemu dengan pasangan dari aplikasi kencan online secara langsung, jangan sampai memutuskan buat memulai hubungan yang serius. Misalnya kalau lo diiming-iming janji menikah, berani meminjamkan uang, memberikan foto atau video asusila.


Kalau ternyata lo udah jadi salah satu korban penipuan kencan online, sekarang lo udah bisa mengurusnya secara hukum. Tapi, Praktisi Hukum Rinto Wardana menjelaskan kalau hal ini bukan perkara hukum yang mudah.


Contoh kasus yang biasa terjadi adalah pemerasan. Menurut Pak Rinto, pemerasan ini pasti diawali dengan adanya pengiriman foto atau video asusila. Kalau pelaku melakukan hal ini, maka pelaku bisa dijerat Undang-Undang ITE Pasal 29 Tentang Pengancaman apabila dengan sengaja atau tanpa hak mengirimkan informasi elektronik berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti ditujukan secara pribadi.


Selain itu, pelaku yang melakukan penipuan kepada orang seperti memasang identitas palsu hingga menimbulkan kerugian bisa dikenakan hukuman berdasarkan Undang-Undang ITE Pasal 8 Ayat (1). Apabila setiap orang sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong atau menyesatkan seseorang.


Karena pelaku tersebut terlihat meyakinkan di media sosial, akhirnya korban terbuai rayuannya hingga dijanjikan untuk menikah. Putusan Mahkamah Agung Nomor 3277 K/Pdt/2000 melindungi korban yang janji pernikahannya tidak dipenuhi pasangan.


Mulai sekarang hati-hati ya kalau kenalan sama orang dari dating app!





Writer: Carissa Setyowatie - Senin, 23 Agustus 2021 15.43 WIB