Punya Pasangan Yang Manipulatif? Lo Harus Baca Ini!


Image Source: Folkative

Punya pasangan emang asik, ada yang bisa diajak sharing, berkeluh kesah dan have fun bareng tentunya. Dengan adanya pasangan di sisi lo, mereka bisa ngisi hari-hari lo supaya lebih bahagia.


Tapi, dibalik kebahagiaan yang lo rasain saat menjalani suatu hubungan, banyak permasalahan yang harus lo hadapi. Mulai dari perbedaan pendapat, kebiasaan, dan masih banyak hal lagi yang bisa memicu perselisihan saat lo menjalani suatu hubungan.


Saat lo jatuh cinta, awalnya semua bakal terlihat sempurna—atau mungkin terlalu sempurna. Lo bakal berpikir kalau lo udah menemukan mr.right yang menghujani lo dengan perhatian, cinta, hadiah, dan lain sebagainya. Tapi, lama-kelamaan hubungan lo berubah jadi hubungan yang ‘manipulatif’? Kalau lo lagi ngalamin ini, bisa jadi lo lagi ngalamin fenomena Love Bombing!



Apa sih Love Boombing itu?


Love Bombing adalah taktik manipulatif yang dilakukan seseorang kepada pasangannya. Pelaku Love Bombing ini, biasanya bakal berusaha buat mendapatkan kasih sayang dan perhatiaan dari pujaan hatinya.


Menurut pemilik International Hearts Counseling Services, Lori Nixon Bethea, Phd. menjelaskan, “Orang yang melakukan love bombing berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian secara cepat dari seseorang yang seseorang yang mereka kejar secara romantis dengan menghadirkan citra ideal tentang diri mereka sendiri”.


Mereka bakal melakukan berbagai cara mulai dari bersikap romantis bahkan sampai menampilkan citra diri yang baik. Tapi, setelah itu biasanya para pelaku Love Bombing ini bakal berubah jadi kasar, manipulatif, dan sulit untuk dipahami. Hati-hati, ya!


Sebelum kita bahas lebih jauh, Love Bombing ini termasuk kedalam gejala gangguan kepribadian narsistik lho. Pelaku Love Bombing biasanya gak bakal sadar dengan apa yang mereka lakukan.



Apa tanda-tandanya kalau kita ngalamin Love Bombing?


Kasus Love bombing ini cukup sulit buat diidentifikasi, karena kalau dilihat-lihat sama aja denga cinta pada umumnya. Tapi, menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog, pelaku love bombing biasanya memiliki ‘agendanya sendiri’. Maka dari itu, dia rela buat melakukan apa pun dan memberikan banyak hal ke pasangannya supaya menurut.


“Jika dari awal terlalu banyak yang dikasih dan setelahnya ia meminta sesuatu, itu love bombing. Menghabiskan waktu bersama terus-menerus, padahal memiliki maksud lain juga dapat dikatakan sebagai love bombing. Bedanya dengan in love biasa, pasangan biasanya hanya akan memberi hadiah sesekali saja atau di saat momen spesial. Orang yang memberikan juga tidak meminta sesuatu (timbal balik) setelahnya,” jelas Ikhsan.


Jadi secara umum, ada beberapa tanda love bombing yang harus lo perhatikan nih guys:


  • Memberikan perhatian dan hadiah berlebih tanpa momen khusus

  • Meminta sesuatu sebagai balasannya

  • Komunikasi yang sangat intens

  • Selalu meyakinkan pasangan bahwa dia adalah soulmate yang tak terpisahkan

  • Sangat mengikat sampai-sampai tidak ada privasi atau batasan

  • Membuat Anda jauh dari orang-orang terdekat

  • Selalu memaksa untuk menuruti kemauan. Jika ditolak, ia akan marah dan bertindak di luar batas.

  • Meski awalnya sangat tidak nyaman, terlalu lama berada di hubungan love bombing dapat membuat korban sangat ketergantungan dengan pelakunya.



Terus apa yang harus dilakuin kalau lo ngalamin Love Bombing?


Kalau lo ngerasa pasangan lo men-treat lo dengan love bombing (atau perilaku manipulatif dalam bentuk apapun), sebisa mungkin lo harus keluar dari hubungan itu dan mencari support system buat diri lo sendiri.


Kalau lo baru memulai suatu hubungan dan lo ngerasa perilaku ini cuma sebatas rasa cinta yang besar dan bukan love bombing, lo harus tetap ngungkapin perasaan lo ke pasangan. Kalau lo ngerasa hubungan lo terlalu menggebu-gebu, lo cukup bilang “gue ngerasa hubungan kita terlalu cepat deh, mungkin gue butuh sedikit ruang”.


Ajari diri lo buat secara perlahan berhenti berkomunikasi dengan seseorang yang bersifat mengontrol dan manipulatif, entah itu kekasih atau orang lain. Lo gak punya kewajiban buat mengubah perilaku dari orang yang sering ngelakuin love bombing ini.

Coba deh, cari seseorang diluar hubungan lo buat ikut menilai secara objektif apakah pasangan lo men-treat lo dengan love bombing atau gak. Disaat kayak gini, temah dekat atau anggota keluarga bisa ngebantu lo buat ngejaga kepercayaan diri lo, atau lo juga bisa mencari support group dan psikolog yang biasa menangani hal ini.



Love bombing bisa menjadi sesuatu yang sangat berbahaya buat kesehatan mental lo, perilaku ini bisa dikategorikan sebagai bentuk emotional abuse lho. Jadi, disaat lo ngerasa kalau pasangan lo ini ngelakuin Love Bombing, lebih baik tinggalin. Karena kesehatan mental lo yang saat ini jadi prioritas!




Writer: Carissa Setyowatie - Rabu, 10 November 2021 15.01 WIB