Presiden Jokowi Dan Gubernur Anies Baswedan Divonis Bersalah Karena Polusi Udara


Image Source: Unsplash

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dinyatakan bersalah atas kelalaian lingkungan dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/9). Mereka dianggap gagal mengatasi polusi udara kronis yang ada di Jakarta guys.


Gugatan ini, diajukan oleh 32 orang penggugat dari Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota), di 2019 kepada Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Gubernur DKI Jakarta, serta Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.


Mereka menjelaskan kalau gugatan ini jadi upaya terakhir buat memaksa pihak berwenang mengambil tindakan terhadap polusi udara di Jakarta dan sekitarnya. Menurut GIBUK, pihak yang berwenang telah lalai karena gagal melindungi warga negara. Ditambah penelitian ilmiah, yang mengatakan polusi udara bisa menyebabkan kondisi seperti asma, penyakit jantung, dan harapan hidup yang lebih rendah.


Dari Keputusan Pengadilan, presiden diwajibkan buat menetapkan standar kualitas udara ambien nasional untuk melindungi kesehatan manusia, sementara menteri kesehatan dan gubernur Jakarta dituntut buat menyusun strategi untuk mengendalikan polusi udara. Pengadilan memerintahkan pihak tergugat buat mengambil tindakan lain, termasuk analisis emisi lintas batas, dan menguji emisi berkala kendaraan yang lebih tua.


Menanggapi putusan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bakal menerima dan tidak mengajukan banding terhadap gugatan ini.


"Hari ini PN Jakpus mengabulkan gugatan Koalisi Ibu Kota terkait polusi udara. Pemprov DKI Jakarta memutuskan TIDAK banding dan siap menjalankan putusan pengadilan demi udara Jakarta yang lebih baik," tulis Pak Anies di Twitter @aniesbaswedan.

Sementara Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rahman mengatakan keputusan mengenai tindakan lebih lanjut bakal diputuskan oleh Menteri LHK. Tapi, sampai berita ini diturunkan, KLHK, Kemendagri, dan Kemenkes belum memberi tanggapan.


Dari laporan Kualitas Udara Dunia IQAir tahun 2020, Jakarta jadi ibu kota terburuk kesembilan secara global dalam hal tingkat PM.2.5, atau partikel halus, polutan udara yang berbahaya buat kesehatan manusia dalam tingkat tinggi. Bahkan nih guys, kualitas udara di Jakarta jadi yang terburuk di Asia Tenggara lho!


Yuk mulai bareng-bareng jaga lingkungan kita!





Writer: Carissa Setyowatie - Jumat, 17 September 2021 14.54 WIB