Polisi ‘Smackdown’ Mahasiswa Viral di Sosial Media!


Image Source: Detik

Baru-baru ini lagi viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan tindakan seorang anggota polisi yang memperlakukan seorang mahasiswa dengan kasar nih guys. Tindakan ini dilakukan saat unjuk rasa di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/10).


Aksi unjuk rasa ini, dilakukan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Tangerang dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang. Dalam unjuk rasa ini, para mahasiswa menuntut tiga hal kepada Bupati Tangerang Zaki Iskandar, yaitu soal limbah perusahaan yang belum juga teratasi di Kabupaten Tangerang, melencengnya tugas pokok dan fungsi dari relawan Covid-19, serta persoalan infrastruktur di wilayah itu.


Yang bikin viral, ditengah aksi unjuk rasa ada seorang mahasiswa dari UIN Maulana Hasanudin, yaitu FA, yang dibanting seorang brigadir polisi berinisial NP dari Polres Kota Tangerang lho. Setelah itu, NP membanting korban ke trotoar hingga terdengar suara benturan yang cukup keras yang bikin FA mengalami kejang-kejang. Sejumlah aparat kepolisian kemudian berusaha membantu korban.


Setelah kejadian ini terjadi, Brigadir NP dan FA dihadirkan dalam suatu konfrensi pers di Polres Tangerang, Rabu (13/10). Brigadir NP mengaku siap bertanggung jawab atas insiden 'smackdown' tersebut dan meminta maaf kepada FA serta orangtuanya.



Nah, apa sih penyebabnya kejangnya FA?


Dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta, Eva Sri Diana Chaniago mengatakan kejang yang dialami FA bisa jadi karena adanya gangguan atau saraf yang terganggu nih guys. Ibu Eva menjelaskan gangguan itu mungkin hanya sementara karena FA tampak sehat dan bisa berdiri tegak setelah setelah kejadian. Tapi, Ibu Eva menyatakan perlu pemeriksaan lebih lanjut terhadap FA.


Menurut Ibu Eva, FA sangat beruntung kalau benar-benar bisa pulih setelah mengalami bantingan. Karena menurutnya, bantingan yang dilakukan oknum polisi itu cukup berbahaya apalagi dilakukan tanpa alas di permukaan keras.




Writer: Carissa Setyowatie - Kamis, 14 Oktober 2021 12.50 WIB