Pawang Hujan Mandalika Mendunia. Apa Asal Mula Sejarah Pawang Hujan?


Image Source: Kompas

Siapa sih yang gak tau sosok pawang hujan yang lagi viral di Mandalika MotoGP? Pawang hujan yang bernama Rara Istiani Wulandari ini, berhasil mendapat pujian dari media asing dan akun Twitter MotoGP karena dinilai berhasil buat menghentikan hujan!


Balapan MotoGP Mandalika yang digelar Minggu (20/3), sempat ditunda sekitar satu jam akibat hujan deras yang turun dan disertai petir di lintasan. Saking kerennya, beberapa media asing menyoroti keunikan yang ada di Indonesia ini guys.


Salah satunya ada media Italia, Periodicodaily yang memberitakan "Pawang hujan untuk menangkal hujan di MotoGP". Periodicodaily menjelaskan seorang pawang hujan di Indonesia punya kekuatan buat melawan fenomena atmosfer, kemampuan ekstrasensor yang mampu bisa mengendalikan badai petir yang paling ganas sekalipun.

Ada lagi media Spanyol Mundo Deportivo yang memberitakan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika bisa digelar setelah "memanggil tarian nonhujan melalui pawang hujan, layanan yang biasanya digunakan dalam acara-acara besar seperti pernikahan atau konser musik". Gak ketinggalan media Jerman Speed Week yang kagum dengan keberhasilan pawang hujan yang bisa meredakan hujan badai di Sirkuit Mandalika.


Hal ini jadi salah satu fenomena unik khususnya buat media asing karena jadi pengalaman baru untuk mereka menyaksikan ritual penangkalan hujan secara langsung. Bahkan sebenarnya hal ini jarang disiarkan oleh media.


Karena hujan deras yang terjadi, pihak MotoGP sempat menunda race sampai batas waktu yang gak ditentukan nih guys. Nah, tapi tau gak sih lo kalau ternyata Rara ditunjuk buat menjadi pawang hujan di MotoGP Mandalika atas rekomendasi dari Menteri BUMN Erick Tohir lho!

Walaupun dinilai sukses, banyak juga yang kontra dengan hadirnya sang pawang hujan ini guys. Banyak netizen yang menilai kalau hal ini sama saja seperti menentang kehendak tuhan. Tapi Rara gak ambil pusing soal ini, dia menilai dirinya selalu bekerjasama dengan pihak BMKG dan Komandan Lapangan Mandalika Hadi Tjahjanto dalam melakukan modifikasi cuaca. Dan ini termasuk kebaikan yang dia lakukan dalam hidupnya.



Nah, sebenernya dari mana sih sejarah pawang hujan ini berasal?


Sejarah Pawang Hujan ini dimulai dari Kepercayaan terhadap roh-roh halus dan supranatural yang ada di masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu.


Dalam jurnal berjudul Objek-Objek Dalam Ritual Penangkal Hujan yang ditulis oleh Imaniar Yordan Christy (2017), ilmu tolak hujan bisa disamakan dengan the art of clearing the sky atau ilmu membersihkan langit.


Mantra tolak dan panggil hujan merupakan gabungan antara mantra dan teks. Untuk memulai ritual ini, sang pawang harus menyediakan sesajen dan rerajahan gambar yang biasanya terdiri atas huruf atau figur untuk digunakan dalam ritual.


Buat masyarakat Jawa, mereka biasanya lebih berpatokan kepada primbon nih guys. Menurut primbon, buat menghentikan hujan, seseorang harus melemparkan celana dalam perempuan ke atas genteng. Selain itu, ada juga praktik menusuk cabai dan bawang yang kemudian dilemparkan ke atas ataupun tempat yang tinggi.

Di Indonesia sendiri, selain Rara, ada juga salah satu pawang hujan yang juga terkenal yaitu Abah Ipin. Nah, Abah Ipin sendiri dikenal sebagai pawang hujan langganan dari salah satu klub sepak bola asal Bandung, yaitu Persib.


Sebenarnya prosesi pawang hujan ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia, bahkan sejak zaman dahulu. Dan hal ini juga udah jadi suatu kebiasaan, khususnya saat kita menggelar suatu acara outdoor. Mulai dari acara pernikahan, konser musik, pertandingan olahraga dan masih banyak acara lainnya.




Writer: Carissa Setyowatie - Senin, 21 Maret 2022