Notification Anxiety Jadi Gangguan Baru di Masa Pandemi!



Masa pandemi kayak gini, kita emang lagi diharuskan buat mengurangi aktifitas di luar rumah. Ditambah kita harus mematuhi peraturan dari pemerintah buat menekan penyebaran virus Covid-19.


Karena adanya aturan ini, banyak hal yang harus dilakukan dirumah dan jadi salah satu terobosan supaya tetap produktif. Selama berada dirumah, kita sering banget berkutat dengan smartphone. Mulai dari work from home bahkan sampai sekolah online. Tapi tau gak sih lo, dengan banyaknya kegiatan yang harus dilakukan dirumah ini bisa menimbulkan Notification Anxiety lho!



Apa sih Notification Anxiety ini?

Menurut Mindset & Marketing Coach, Isabella Venour mengungkapkan kalau percakapan lewat ponsel ini gak seperti percakapan tatap muka. Komunikasi via digital sering jadi blunder karena gak bisa menunjukkan dengan jelas gimana seseorang diharapkan buat berperilaku. Seberapa sering lo berkomentar, respon menjawab dengan cepat, atau gak bisa mendengar intonasi suara dan melihat ekspresi wajah atau bahasa tubuh bisa bikin kita salah tafsir dari pesan seseorang.


Ketika lo gak selalu ada buat merespon pesan WhatsApp yang masuk dengan cepat, lo bakal merasa cemas karena takut dianggap sebagai orang slow response.


Ditambah ada ‘aturan sosial’ gak tertulis dalam berpesan di WhatsApp yang mengharuskan lo buat membalas pesan secepat mungkin setelah membacanya. Apalagi kalau lo mengaktifkan centang biru yang jadi notifikasi kalau pesan udah dibaca. Nah, hal ini yang jadi trigger menjadi panik saat mendengar notification WhatsApp.



Nah, gimana sih caranya kita mengatasi Notification Anxiety ini?

1. Atur Jam Operasional

Coba deh dengan mulai mengatur jam operasional lo! Sering banget pekerjaan datang setelah jam kantor. Lo bisa responsif selama jam kerja dan melambat setelahnya.


2. Nonaktifkan Notifikasi

Berhenti membiarkan notification push menghambat produktivitas lo. Kalau lo mengalami notification push disarankan buat mematikan notifikasi saat di luar jam kerja dan selama liburan.


3. Berhenti Multitasking

Notifikasi aplikasi berpesan seperti Whatsapp saat ini udah jadi alarm yang memicu multitasking. Ketika lo lagi menyelesaikan sebuah pekerjaan, coba deh buat menghindarinya. Dengan begini, lo bakal mengurangi kemungkinan multitasking.


4. Matikan Centang Biru

Dengan lo mematikan centang biru di Whatsapp, orang lain gak bakal tau apakah lo udah membaca pesan mereka. Hal ini bisa meringankan lo dari rasa bersalah karena gak segera membalas pesan.


5. Hindari Sering-sering Memeriksa Whatsapp

Konsultan detoksifikasi digital, Martin Talks, menyarankan lo cuma boleh berpartisipasi dalam Whatsapp Group apapun sekali sehari, dan jangan jadikan kegiatan memeriksa WhatsApp sebagai hal pertama yang lo lakukan ketika bangun di pagi hari dan hal terakhir yang lo lakukan sebelum tidur.





Writer: Carissa Setyowatie - Minggu, 3 Oktober 2021