Ngerasa Over Produktif? Bisa Jadi Kamu Sedang Terkena Toxic Productivity!


Image Source: Pexels.com

Melakukan kegiatan produktif emang baik, tapi tau gak sih kalau terlalu produktif itu juga gak baik buat kesehatan mental lo. Kalau lo ngerasa sering bekerja dari pagi sampai malam hingga lupa beristirahat atau sering ngerasa bersalah kalau gak ngapa-ngapain, bisa jadi lo terkena Toxic Productivity!


Apalagi dimasa pandemi kayak gini, kadang kita ngerasa perlu mempelajari hal-hal baru dan jadi lebih produktif dari biasanya. Nyatanya, semua yang dilakukan secara berlebihan itu gak baik.


Jadi, apa sih sebenernya Toxic Productivity itu?


Menurut psikolog Dr. Julie Smith, Toxic Productivity adalah obsesi buat mengembangkan diri dan merasa selalu ngerasa bersalah kalau gak bisa melakukan banyak hal.


Pasti kalian bertanya-tanya dong, kenapa sih sikap produktif ini bisa jadi Toxic Productivity? Biasanya hal ini terjadi karena banyaknya tekanan di media sosial, yang bilang kalau kita harus bisa meng-adopt hustle culture yang menuntut seseorang bekerja lebih keras dan cepat.


Selain itu, Toxic Productivity bisa disebabkan oleh self worth atau kebiasaan mengukur kelayakan diri dari produktivitas, sehingga kalian beranggapan kalau gak produktif berarti gak berguna. Dan faktor stres, yang biasanya dianggap kalau gak semua stres itu punya efek negatif.


Tapi kalian sadar gak sih, kalau ternyata Toxic Productivity ini punya dampak buruk buat kesehatan fisik kita, yaitu kurangnya istirahat dan emosi yang gak stabil.



Gimana dong cara mengatasinya?

Image Source: Pexels.com

1. Tetapkan tujuan yang realistis


Berhenti mengejar tujuan yang kira-kira gak realistis buat lo capai. Ingat tujuan jangka panjang yang pengen lo kejar dan jangan stuck di satu tujuan. Buat time management, belajar buat tau mana yang penting untuk diprioritaskan dan mana yang gak penting.


2. Masukkan self-care jadi salah satu kegiatan sehari-hari


Self-care atau perawatan diri emang banyak banget jenisnya, dan lo harus tau apa yang bisa membuat diri lo merasa nyaman dan bisa bikin tubuh dan pikiran lo tenang. Misalnya berolahraga, makan, membaca dan masih banyak lagi.


3. Rehat dari social media


Kalau lo berfikir penyebab utama munculnya insecurities di diri lo muncul dari sosial media, sebaiknya lakukan rehat dari social media buat beberapa saat. Misalnya deactive dari Instagram beberapa saat dan batasi waktu ber-social media.


4. Buat Batasan


Lo harus bisa membuat batasan-batasan di diri lo sendiri, dengan lebih banyak berkata ‘no’ kalau itu gak sesuai dengan diri lo dan mulai membiasakan diri dengan penolakan. Dan yang terakhir, biasakan gak membahas pekerjaan diluar jam kerja.





Writer: Carissa Setyowatie - Senin, 16 Agustus 2021 17.05 WIB