Ngerasa Hampa? Bisa Jadi Lo Lagi Ngalamin Emotional Numbness!


Image Source: Unsplash

Kehidupan di era modern seperti sekarang ini memang melelahkan. Dengan rutinitas yang padat dan banyak to-do-list yang harus lo lakukan demi menggapai impian lo bukanlah hal yang mudah.


Melewati hari yang panjang seperti itu pasti sangat menghabiskan energi kan? Walaupun terkadang menyenangkan sekaligus lo bisa menemukan banyak hal menarik, ternyata gak semua orang benar-benar menikmatinya.


Banyak orang yang merasa hampa walaupun kesehariannya dipenuhi kesibukan, seluruh keinginannya sudah tercapai, bahkan mereka yang selalu terlihat happy di depan orang lain. Mereka bisasanya merasakan dirinya ‘mati rasa’ atau bahkan berpikir ‘kenapa ya hidup gue kok hampa banget?’. Bahkan, beberapa orang ngerasa kalau merasa seolah-olah gak punya masa depan.


Buat lo yang lagi ngerasain hal ini, bisa jadi lo lagi ngalamin Emotional Numbness!


“Banyak orang yang merasa hampa walaupun kesehariannya dipenuhi kesibukan, seluruh keinginannya sudah tercapai, bahkan mereka yang selalu terlihat happy di depan orang lain.”


Apasih Emotional Numbness itu?


Emotional numbness atau mati rasa secara emosional jadi sesuatu yang kebanyakan orang alami di beberapa kesempatan dalam hidup mereka. Biasanya, perasaan ini bersifat sementara. Tapi, buat sebagian orang emotional numbness jadi pilihan hidup mereka buat melindungi diri dari rasa sakit emosional atau fisik.


Menurut psikoterapis Mayra Mendez, Emotional numbness adalah proses mental dan emosional untuk menutup perasaan dan mungkin dialami sebagai defisit respons atau reaktivitas emosional. Sementara mati rasa emosional menghalangi atau mematikan perasaan dan pengalaman negatif, itu juga mematikan kemampuan untuk mengalami kesenangan. Ini juga mengganggu keterlibatan dalam interaksi positif dan aktivitas sosial, keterbukaan untuk keintiman, minat sosial, dan keterampilan memecahkan masalah


Emotional numbness juga bisa jadi salah satu bentuk dari PTSD (post traumatic stress disorder) lho. Setelah seseorang mengalami trauma hebat seperti kematian orang terdekat, child abuse, sexual abuse, bencana alam, dll. Biasanya seseorang yang mengalami emotional numbness punya dua reaksi. Yang pertama adalah emotional arousal seperti mudah takut, sedih, marah, depresi jika terjadi hal-hal yang mengingatkannya terhadap kejadian traumatik tersebut, yang kedua adalah emotional numbness gak bisa merasakan emosi apapun, baik itu sedih, marah, gembira, dan sebagainya.

Image Source: Unsplash

“Emotional numbness atau mati rasa secara emosional jadi sesuatu yang kebanyakan orang alami di beberapa kesempatan dalam hidup mereka. Biasanya, perasaan ini bersifat sementara. Tapi, buat sebagian orang emotional numbness jadi pilihan hidup mereka buat melindungi diri dari rasa sakit emosional atau fisik.”

Terus, apa aja sih gejala dari Emotional Numbness ini sendiri?


- Kehilangan minat pada aktivitas penting yang sebelumnya kamu nikmati

- Merasa jauh atau terpisah dari orang lain

- Gagal mengelola perasaan

- Merasa datar, baik secara fisik maupun emosional

- Mengalami ketidakmampuan untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan

- Mengalami kesulitan dengan mengalami perasaan positif seperti kebahagiaan

- Lebih suka menyendiri daripada bersama orang lain



Buat lo yang mungkin lagi ngalamin Emotional Numbness ini sendiri ada beberapa pilihan perawatan yang bisa ngebantu lo buat mengurangi sejauh mana diri lo mencoba melarikan diri, melepaskan diri, atau menghindari emosi lo.


Coba deh berdamai dengan diri sendiri. Setiap ada hal yang bisa men-trigger diri lo, jangan lari. Sebisa mungkin lawan hal tersebut dan bicara sama diri lo sendiri “gue bisa kok ngelawan ketakutan gue ini”. Emang gak mudah dan melelahkan tapi gak ada salahnya kan buat dicoba?


Kalau lo merasa diri lo gak bisa ngelakuin hal ini sendirian, coba deh temuin terapis atau psikolog yang bisa diajak bekerja sama, langkah pertama dalam proses perawatan adalah membongkar penyebab mati rasa emosional lo sendiri. Disini peran seorang terapis bisa banget ngebantu lo menemukan cara yang lebih baik buat mengatasi pengalaman dan emosi yang membebani lo selama ini.


Dr. Mendez menjelaskan, tujuan utama seorang terapis adalah untuk merangsang pemahaman tentang masalah dan mengekspos alternatif pemecahan masalah yang layak dan efektif. Jadi, jangan pernah ragu buat berkonsultasi dengan ahlinya ya!


“Coba deh berdamai dengan diri sendiri. Setiap ada hal yang bisa men-trigger diri lo, jangan lari. Sebisa mungkin lawan hal tersebut dan bicara sama diri lo sendiri “gue bisa kok ngelawan ketakutan gue ini”. Emang gak mudah dan melelahkan tapi gak ada salahnya kan buat dicoba?”


Writer: Carissa Setyowatie - Rabu, 2 Februari 2022