Merasa Terlalu Bergantung Sama Orang Lain? Bisa Jadi Lo Lagi Ngalamin Cinderella Complex!


Image Source: Folkative

Pernah gak sih lo berfikir, kalau diri lo itu ternyata sangat bergantung sama orang lain? Disaat gak ada orang lain disamping lo ataupun gak ada yang ngebantu lo, diri lo bakal ngerasa gak berdaya.


Lo pasti tau kan cerita dongeng Cinderella, yang berakhir bahagia ketika dirinya berhasil menemukan sang pangeran yang bisa membawa dirinya keluar dari penderitaan dan akhirnya hidup bahagia. Kalau lo ngerasa relate dengan cerita Cinderella, mulai dari ngerasa takut buat mandiri, dan selalu mendambakan pangeran yang bisa ngeluarin lo dari permasalahan hidup yang lagi dihadapi, bisa jadi lo lagi ngalamin fenomena Cinderella Complex!



Nah, sebenarnya apa sih Cinderella Complex itu?


Sekarang ini, Cinderella Complex adalah kondisi psikologis yang sering banget dijumpai pada wanita di zaman modern. Sebenarnya, Cinderella Complex ini belum bisa disebut gangguan psikologis karena belum diteliti lebih lanjut. Tapi, istilah Cinderella Complex ini digunakan buat menggambarkan pola perilaku seseorang.


Menurut Colette Dowling, seorang terapis asal New York sekaligus penulis buku “The Cinderella Complex”, Cinderella Complex adalah sebuah keinginan di bawah ketidaksadaran untuk diurus oleh orang lain atau keadaan yang dialami seorang perempuan di mana ia sangat ingin dilindungi dan membutuhkan seorang pria sebagai tameng dalam kehidupannya.



Terus, apa sih penyebab dari Cinderella Complex ini?


Selain adanya sudut pandang masyarakat dan budaya patriarki yang masih berlaku di kehidupan sosial kita, penyebab sindrom ini muncul juga bisa karena adanya pola asuh yang salah sejak kecil. Bisa jadi, saat masih kecil kita punya orang tua yang over-protective atau memanjakan yang bikin kita sulit buat tumbuh mandiri bahkan sampai lo udah berada di umur yang dewasa sekalipun.


Banyak juga orang tua, yang mendidik anak perempuannya bahwa happy ending dalam dongeng itu bisa jadi kenyataan, suatu saat nanti mereka bakal “diselamatkan” oleh pangeran which is pasangan mereka nanti. Perempuan kebanyakan dibesarkan buat bergantung pada seorang pria dan ngerasa ak berdaya dan ketakutan tanpa dampingan pria di sisi mereka. Hal ini yang bikin fenomena Cinderella Complex ini terjadi.



Nah, apa aja sih gejalanya?


Gak cuma terlihat manja, wanita yang mandiri juga bisa lho ngalamin tanda-tanda sindrom Cinderella Complex. Walaupun gak ada gejala yang khusus, umumnya wanita pengidap sindrom Cinderella Complex ngalamin beberapa hal, seperti:


1. Cenderung menerima terhadap segala keputusan dan pilihan dari pasangan.


2. Pengidap cinderella complex mendambakan pasangan yang bisa jadi penyelamat, melindungi, mengayomi, dan juga menyediakan segala kebutuhannya.


3. Mereka bakal ngerasa cemas saat memikirkan hidup sendirian.


4. Kesulitan menentukan sebuah keputusan besar dalam hidup. Biasanya, mereka membutuhkan pendapat atau masukan dari orang lain.


5. Kesulitan mempertahankan suatu pekerjaan.


6. Lebih menyukai berperan sebagai ibu rumah tangga tanpa ada pekerjaan lain.


7. Sering mengungkapkan perasaan bahwa mereka ingin diperhatikan.


8. Terkadang mereka akan merasa diperlakukan secara buruk oleh seseorang saat tidak sesuai dengan keinginan atau ekspektasi dari pengidap sindrom cinderella complex.


Sebelum kita lanjut, ternyata 18 persen dari wanita Indonesia yang bekerja adalah kepala rumah tangga. Dan hampir setengah dari wanita yang suaminya bersedia atau mampu menghidupi keluarga, cenderung lebih memilih buat gak bekerja.


Ditambah lagi perspektif masyarakat yang terus mendukung gagasan kalau seorang istri dan ibu itu harus memiliki pilihan untuk tidak bekerja. At the end, banyak perempuan kelas menengah yang mengambil pekerjaan sampingan aja.



Kalau lo ngerasain tanda-tanda diatas, ini dia cara ngatasinnya!


Hal pertama dan paling penting adalah lo harus tau sejauh mana ketakutan menguasai diri lo. Coba deh mulai tulis sebuah jurnal pengamatan diri, catat semua mimpi dan khayalan lo jangan lupa tulis juga realita yang lagi lo hadapi. Jangan lupa buat hangout sama teman-teman lo, saling sharing dan mulai buat membuka diri ya!




Writer: Carissa Setyowatie - Senin, 8 November 2021 14.28 WIB