Cowok Tukang Ghosting Cenderung Punya Kepribadian Psikopat dan Narsis


Image Source: Unsplash

Pernah dekat sama seseorang, tapi ketika lo udah ngerasa nyaman malah ditinggalin? Biasanya hal ini umum disebut ghosting. Tapi tau gak sih lo, menurut penelitian terbaru rang yang suka ghosting ini cenderung punya kepribadian psikopat dan narsis lho.


Hal ini disampaikan oleh riset yang dibuat sekelompok peneliti internasional dalam jurnal Acta Psychologica Oktober lalu. Menurut temuan peneliti, kepribadian gelap seperti psikopat dan narsisme yang ada di pelaku ghosting cenderung dimiliki oleh laki-laki ketimbang perempuan.


Survei dilakukan pada 341 orang dewasa di AS, yang hasilnya 23 persen di antaranya adalah laki-laki. Peneliti bertanya apakah ghosting adalah cara yang bisa diterima buat mengakhiri suatu hubungan, baik jangka panjang atau pendek, dan menanyakan apakah para peserta pernah melakukan ghosting di masa lalu.


Para peserta juga diminta buat mengikuti survei kepribadian supaya para peneliti bisa menilai ciri-ciri kepribadian gelap seseorang yang terdiri dari machiavellianisme, narsisme, dan psikopat. Para peneliti menjelaskan, narsisme ditandai dengan perilaku superioritas; machiavellianisme ditandai dengan sinisme dan manipulatif; dan psikopat ditandai dengan sikap sosial yang tidak berperasaan dan antagonisme interpersonal.


Hasilnya, 51 persen peserta melaporkan telah melakukan ghosting kepada seseorang buat mengakhiri hubungan di masa lalu. Orang-orang ini juga berpikir bahwa ghosting adalah cara yang dapat diterima untuk mengakhiri suatu hubungan.


Di sisi lain, ternyata individu yang menerima ghosting sebagai cara buat mengakhiri hubungan juga menunjukkan sifat psikopat dan machiavellian, tetapi bukan yang narsistik.


Para peneliti menyimpulkan kalau ghosting mungkin cara yang dilakukan oleh orang-orang, terutama pria yang cenderung psikopat dan narsis, sebagai cara paling mudah dan efisien buat melepaskan diri dari pasangan seks kasual, entah untuk mengejar peluang lain atau hanya untuk menghindari komitmen yang lebih serius dalam berhubungan.




Writer: Carissa Setyowatie - Senin, 15 November 2021