Biaya Transfer Antar Bank Turun Dari Rp 6.500 Jadi Rp 2.500!


Image Source: Unsplash

Buat lo yang suka males transfer ke antar bank, ada berita baik nih buat lo! Karena, Bank Indonesia baru-baru ini berencana buat menurunkan biaya transfer antar bank yang awalnya Rp 6.500, sekarang jadi Rp 2.500 nih guys.


Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, rencana tersebut adalah salah satu program BI Fast Payment. Di tahap pertama, kebijakan ini bakal berlaku mulai minggu kedua bulan Desember 2021. BI FAST adalah sistem baru yang bakal menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).


Menurutnya Pak Perry, tahap awal dari Bank Indonesia ini bertujuan buat menetapkan batas maksimal nominal tersebut. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas, inovasi dan kompetisi, inklusivitas, customer oriented, review berkala, serta keamanan dan mitigasi risiko.


Bank Indonesia juga udah menetapkan 22 calon perbankan ditahap pertama dan 22 calon peserta ini terdiri dari bank dan nonbank ditahap kedua.


Berikut 22 bank peserta BI FAST tahap pertama yaitu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Permata, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Indonesia, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Mega Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP, Bank Tabungan Negara UUS, Bank Permata UUS, Bank CIMB Niaga UUS, Bank Danamon Indonesia UUS, Bank BCA Syariah, PT Bank Sinarmas, Bank Citibank NA, PT Bank Woori Saudara Indonesia.


Tahap kedua, yang rencananya bakal berlakukan mulai Januari 2022 ini meliputi 22 Calon Peserta BI FAST antara lain, PT Bank Sahabat Sampoerna, PT Bank Harda International, PT Bank Maspion, PT Bank KEB Hana Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, PT Bank Ina Perdana, PT Bank Mandiri Taspen, PT Bank Nationalnobu, Bank Jatim UUS, PT Bank Mestika Dharma, PT Bank Jatim, PT Bank Multiarta Sentosa, PT Bank Ganesha, Bank OCBC NISP UUS, Bank Digital BCA, Bank Sinarmas UUS, Bank Jateng UUS, Standard Chartered Bank, Bank Jateng, BPD Bali, Bank Papua, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).





Writer: Carissa Setyowatie - Senin, 25 Oktober 2021 09.49 WIB