Bahagia dan ‘Sakit’ Disaat Yang Bersamaan? Bisa Jadi Lo Ngalamin ‘Karmic Relationship’


Image Source: Unsplash

Menjalani sebuah hubungan memang gak semudah yang lo bayangkan. Pasti banyak kendala yang lo lalui dengan perbedaan latar belakang dua orang yang berbeda. Gak cuma rumit, lo juga harus belajar memahami dan juga menghargai perasaan pasangan lo dengan banyak suka duka yang lo alami bersama.

Pasti banyak kendala yang lo lalui dengan perbedaan latar belakang dua orang yang berbeda.

Tapi disaat yang bersamaan, disela-sela kebahagiaan yang lo rasain terkadang lo sering ngerasa gak bahagia, terus-menerus bertengkar bahkan lo ngalamin rasa sakit yang berulang. Pada akhirnya hal ini bikin emosi lo gak stabil.


Hubungan yang lo jalani sering kali terasa hanya berjalan satu pihak dan seperti roller coaster bahkan sampai bikin ngerasa gelisah. Bahkan, secara gak sadar lo sampai di titik yang lo gak tahu lagi ada di mana hubungan ini berdiri. Ketika lo tau kalau cuma diri lo yang bertahan dalam hubungan ini tapi lo juga merasakan gairah didalamnya, bisa jadi lo lagi ngalamin yang namanya ‘Karmic Relationship’!

Hubungan yang lo jalani sering kali terasa hanya berjalan satu pihak dan seperti roller coaster bahkan sampai bikin ngerasa gelisah. Bahkan, secara gak sadar lo sampai di titik yang lo gak tahu lagi ada di mana hubungan ini berdiri.

Apa Sih Karmic Relationship ini?


gif

Menurut Times of India, Karmic Relationship pada dasarnya sebuah hubungan yang penuh tantangan dan seringkali cukup menyakitkan juga.


Walaupun lo ngerasa cocok dengan pasangan, tetapi keadaan yang ada menawarkan posisi yang gak bersahabat dan menantang buat kalian berdua. Tapi, Karmic relationship gak selamanya punya konotasi negatif. Ups and Down sering banget terjadi dalam hubungan ini, tapi kadang kala hubungan ini bisa jadi pelajaran hidup lo.

Ups and Down sering banget terjadi dalam hubungan ini, tapi kadang kala hubungan ini bisa jadi pelajaran hidup lo.

Terus apa aja sih ciri-ciri lo ngalamin Karmic Relationship?


Ketika lo ngalamin yang namanya Karmic Relationship ada beberapa hal yang setidaknya lo alami:


  • Emosi Tidak Stabil yang Ekstrim

Ketika lo ada didalam hubungan karmic, lo bakal ngerasa konflik kecil bakal terasa sangat berat. Tapi sejenak kemudian, lo bisa aja kembali mesra dan ngerasa jadi orang yang palong bahagia di dunia.


  • Hubungan Kodependen

Sama seperti hubungan kodependen, karmic relationship ini menciptakan ketergantungan antarpasangan.


  • Takut Menyesal Jika Hubungan Berakhir

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog, hubungan ini bisa membuat dirinya tumbuh menjadi orang yang lebih baik.


“Ia yakin konflik yang terjadi merupakan sarana untuknya tumbuh menjadi lebih baik. Akhirnya, ia memilih untuk terus bertahan, karena takut menyesal jika mengakhirinya,”


  • Mengeluarkan Sisi Negatif

Dengan Ups and Down yang ada di hubungan ini, seseorang bisa tanpa sadar mengeluarkan sisi negatifnya. Hal bikin dirinya jadi sosok yang bakal gak disukai orang-orang sekitar.


  • Hubungan Sepihak

Hubungan sepihak kerap ini jadi salahsatu indikasi toxic relationship. Hal ini bikin salah satu pasangan memilihi rasa egois yang cukup tinggi sehingga mendominasi. Mereka bakal melakukan segala cara buat membuat dirinya sendiri bahagia tanpa memikirkan kebahagiaan pasangannya.


gif


Terkadang jatuh cinta memang bisa bikin diri kita egois, dan ‘bodoh’ tanpa bisa menentukan mana yang baik untuk diri kita sendiri. Sehingga ada satu titik dimana lo merasa udah menemukan orang yang tepat dan berharap agar hubungan ini berlanjut dalam jangka panjang. Tapi lo gak bisa melihat sisi buruk dan resiko yang akan berdampak ke diri lo sendiri.


Gak selamanya lo harus bertahan dengan orang ini. Walaupun lo berfikir kalau he’s the right man, lo juga harus pikirin kebahagiaan untuk diri lo sendiri dan lepas dari sosok ini. Nikmatin waktu dan kebebasan lo, terkadang lo butuh bersikap egois karena gak semua kebahagiaan harus lo bagi dengan orang lain.

Walaupun lo berfikir kalau he’s the right man, lo juga harus pikirin kebahagiaan untuk diri lo sendiri dan lepas dari sosok ini. Nikmatin waktu dan kebebasan lo, terkadang lo butuh bersikap egois karena gak semua kebahagiaan harus lo bagi dengan orang lain.

Writer: Carissa Setyowatie - Rabu, 9 Maret 2022