98 Persen Masyarakat Indonesia Ternyata Merasa Kesepian Saat Pandemi


Image Source: Shutterstock

Pandemi Covid-19 emang bikin banyak orang harus struggle menghadapi situasi sulit. Bahkan situasi pandemi kayak gini, banyak mengakibatkan gangguan kesehatan mental yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia. Misalnya merasa kesepian bahkan sampai ingin menyakiti diri lho.


Menurut survei yang dilakukan Into The Light dan Change.org, kesehatan mental masyarakat Indonesia pada periode Mei hingga Juni lalu menunjukkan dari 5.211 partisipannya hampir 98 persen merasa kesepian. Bahayanya, di dua minggu terakhir selama periode survei dua dari lima partisipan merasa lebih baik mati dan melukai diri sendiri.


Walaupun merasakan perasaan kesepian yang dialami hampir seluruh responden, mereka gak kepikiran buat melakukan konseling ke psikolog atau psikiater. Padahal berkonsultasi kepada para ahli itu perlu dilakukan lho!


Partisipan justru lebih meyakini bantuan dari anggota keluarga dan teman dekat berjenis kelamin sama lebih membantu buat mengatasi masalah kesehatan jiwa ini dibandingkan harus konsultasi ke tenaga kesehatan jiwa profesional.


Dari hasil survei yang dilakukan, hampir 70 persen dari total partisipan gak pernah mengakses layanan kesehatan mental di tiga tahun terakhir. Alasannya adalah biaya layanan kesehatan mental yang gak terjangkau.


Masalah kesehatan mental gak boleh dianggap enteng lho! Kalau lo ngerasa kesepian atau mengenal orang yang memiliki gejala depresi, lebih baik konsultasi dengan para ahli. Komunitas Save Yourself melayani bantuan konseling yang bisa dihubungi lewat Instaragm @saveyourself.id, atau Line Yayasan Sehat Mental Indonesia @konseling.online, dan Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.





Writer: Carissa Setyowatie - Sabtu, 14 Agustus 2021 19.14 WIB